Ojek Sebagai Kekuatan Massa Baru (Part 1)

Reformasi di Indonesia telah berkumandang dari tahun 1998 dengan diturunkanya soeharto dari singgasana tahtanya. Seiring dengan itu keran demokrasi politik dalam masyarakat juga mulai terbuka luas. Menyampaikan aspirasi-aspirasi kini bukan lagi menjadi hal yang tabu dalam masyarakat. Utamanya masyarakat daerah.

Tidak terlepas dari proses situ pula, lembaga-lembaga yang ada baik itu eksekutif, dan legislative juga mulai membuka keran penerima aspirasi mereka. Meskipun kesemuanya itu belum bias berlangsung secara maksimal dalam tindakannya. Namun sedikit ada jalan yang cerah untuk system yang berjalan dengan adanya ditopang oleh kelompok masyarakat yang mulai aktif berpatisipasi.

Kelompok masyarakat yang hadir disini adalah kelompok memiliki kepentingan tertentu atau kelompok yang berfungsi sebagai pengontrol. Para kelompok kepentingan yang hadir tentunya lebih mengarahkan kepentingan politik mereka kearah mana mereka mau dengan mengaspirasikan kepentingan itu berdasarkan kebutuhan mereka. Sedangkan kelompok pengontrol disini hadir sebaga kelompok penyeimbang dalam proses politik.

Lahirnya kelompok kepentingan di tengah proses politik masyarakat hanya didasari kepentingan segellintir orang yang tergabung dalamsuatu kepentingan yang sama dalam masyarakat.  Mereka hadir lebih kepada memuaskan kepentingan yang ada dalam tujuan mereka ataukah memberi tekanan terhadap daerah sehingga nilai prestise kelompok mereka lebih mengemuka dibanding kelompok lainnya.

Kelompok kepentingan umumnya lebih kepada persekutuan terbatas yang didalamnya mungkin terdapat tokoh-tokoh yang berkompeten dalam bidang tertentu. Misalnya kelompok perkumpulan dan sebagainya. Kelompok ini lebih mampu menimbulkan tekanan tertentu dibanding tekanan yang hadir dari masyarakat secara langsung.

Perkumpulan ini bias saja berupa perkumpulan`yang legal/resmi maupun tidak. Meski, pada aplikasinya kelompok yang sifatnya sementara/ tidak resmi pengaruhnya tidak begitu banyak dalam proses politki daerah.

Di kota palopo hal ini mungkin dapat kita amati. Meski sifatnya mungkin tidak begitu besar namun apresiasi mereka cukup member konstribusi tersendiri dalam proses politik daerah. Komunitas pengendara ojek yang ada dikota palopo memang secara tidak langsung tidak terhubung pada permainan poliitik yang ada di daerah, namun suara maupun aspirasi mereka mampu mempengaruhi bahkan bila perlu mengubah arah kebijakan mereka apabila kelompok ini mampu hadir sebagai kelompok yang mau diperhitungkan dalam kancah politik daerah.

Bnyak cara yang mampu mereka lakukan dalam mempengsruhi proses politikmapunu kebijakn daerah apabila memmang mereka merasa dalam kebijakan tersebut hak mereka di kebiri atau lebih parah lagi di hilangkan.

Proses tersebut mungkin sebagian masyarakt adalah proses politik yang biasa. Tapi perlu kita tinjau terlebih dahulu bahwa kota palopo ini berkembang ditunjang oleh adanya para “Daeng Ojek” kita yang mampu mengatasi laju transportasi yang ada di kota palopo. Terlepas dari mode-mode transportasi lainnya yang juga merupakan sarana pengangkutan yang ada.

Tanpa kita sadari komunitas tukang ojek kota palopo cukup besar dan mungkin komunitas ojek terbesar di daerah luwu raya. Tukang ojek daerah memang kita lihat kurang berperan dalam proses politk yang sifatnya langusng seperti pembuatan kebijakan dan sebagainya. Namun suara para tukang ojek juga perlu didengar atau diperhatikan oleh masyarakt kota palopo utamanya pemerintah dan lembaga legislative yang ada. Sebab bila para daeng ojek kita ini tidak diperhatikan maka sedikit banyaknya proses daerah yang berhubungan dengan transpotasi daerah kota palopo akan terganggu.

to be countinued.

Mahasiswa Dan sekelumitnya

Mahasiswa menempati kedudukan yang khas (Special position) dimasyarakat, baik dalam artian masyarakat kampus maupun diluar kampus. Kekhasan ini tampak pada serentetan atribut yang disandang mahasiswa, misal : intelektual muda, kelompok penekan (Pressure group), agen pembaharu (Agent of change), dan kelompok anti statusquo.

Dalam konteks pergerakan politik di Indonesia, sejarah perjuangan mahasiswa Indonesia sudah eksis sejak sebelum kemerdekaan. Bahkan, dapat dikatakan mereka adalah pelopor pergerakan kemerdekaan secara modern melalui organisasi-organisasi pergerakan mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari kepeloporan mahasiswa Stovia yang dimotori Wahidin Sudirohusodo dalam mempelopori gerakan kemerdekaan dengan organisasi modern. Hal yang kurang lebih sama dilakukan oleh pergerakan mahasiswa dinegeri Belanda, Kelompok Kramat Raya, Pegangsaan, KAMI, Malari, dan yang terakhir jatuhnya rezim Soeharto oleh gerakan Reformasi Mahasiswa. Fakta- fakta ini menunjukkan bahwa mahasiswa adalah kelompok yang selalu berdiri di garda terdepan dalam hampir setiap perubahan yang terjadi.

Dalam perspektif sosial, mahasiswa pun menunjukkan dinamika tersendiri sebagai kelompok yang secara konsisten memperjuangkan hak-hak kaum tertindas serta memberi kontribusi yang tidak kecil dalam rekayasa perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih baik. Posisi mahasiswa yang netral (Neutral position) dan tidak mempunyai kepentingan tertentu atau dibawah kepentingan telah menempatkannya pada posisi yang sangat disegani dan dihormati dalam setiap proses perubahan sosial masyarakat.

PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan sosial adalah suatu fenomena yang menarik sebab masalah sosial adalah perkara yang berhubungan dengan persoalan manusia sehingga tak sedikit para ahli soiologi mengkaji masalah ini. Sementara perubahan itu sendiri-baik yang sudah, sedang atau sudah berlangsung- sangat perlu diketahui apakah memberi banyak manfaat (dalam arti mampu memenuhi kebutuhan manusia). Memang, para ahli sosiologi tampaknya belum begitu sepakat tentang pengertian dan penggunaan istilah”Perubahan sosial” tersebut. Sebagian dari mereka mengartikan istilah itu dengan evolusi, pembangunan, perkembangan, dan perubahan yang terjadi di masyarkat. Dengan kata lain, istilah “Perubahan sosial” itu terbuka untuk di diskusikan.

Sosiolog Nisbet, membedakan penggunaaan istilah change dengan evolution, dengan maksud untuk mendeteksi “perubahan”. Change diartikannya sebagai terjadinya diskontinuitas dalam proses kehidupan masyarakat ; sementara evolution diartikan sebagai terdapatnya suatu kontinuitas dalam proses yang sama. Pikiran Marx mengenai perubahan sosial lain lagi. Menurut Marx, jika lapisan atas (supra struktur) ssosial yang memegang kekuasaan karena menguasai alat-alat produksi bertindak sewenang-wenang dan melakukan tekanan terhadap lapisan bawah sosial, orang-orang dalam lapisan terakhir itu akan menuntut (dengan”kekerasan”) suatu perubahan sosial.

KRISIS SOSIAL MASYARAKAT MAJU
Untuk menggambarkan krisis masyarakat maju itu secara fenomenal, ada baiknya diberikan ilustrasi singkat tentang dua ideologi besar yang paling dominan dan berpengaruh terhadap perubahan masyarakat selama ini, yaitu kapitalisme dan sosialisme.

I. Kapitalisme
Landasan ideologi ini adalah pemenuhan kebutuhan atau kepentingan individu sekaligus berarti pemenuhan kebutuhan masyarakat. Alasannya, karena individu merupakan bagian dari masyarakat. Untuk mengoperasionalkan sistem yang sangat individualis ini, ia harus dimoitivasi oleh norma-norma kebebasan dalam politik, ekonomi, intelektual, pribadi dan sebagainya. Kebebasan ekonomi misalnya, memberikan hak kepada setiap orang untuk melakukan kegiatan apa saja dalam bidang usaha. Tidak menjadi soal, apakah aktivitas ekonomi terd\sebut memberikan berkah atau tidak kepda masyarakat; yang penting dalam kegiatan ini adalah mendatangkan keuntungan (terutama untuk diri sendiri).

Kebebasan intelektual misalnya, orang bebas mempercayai doktrin atau ajaran-ajaran sesuai dengan minat intelektualnya, dan kalau dianggap tidak cocok lagi boleh diganti. Kebebasan intelektual demikian ini telah membawa kepada sebuah statement bahwa “tidak ada tempat /ruang dan tidak bisa dijamah oleh pikiran manusia”. Revolusi sains dan teknoogi telah melahirkan mesin-mesin industri raksasa yang menggusur teknologi rakyat kearah kebangkrutan. Tak dapat dielakkan hanya orang kuat yang banyak mengambil keuntungan dari revolusi ini dan sebagai dampaknya adalah tergusurnya kaum marginal atu pinggiran.

Masyarakat yang dilahirkan oleh sistem atu ideologi ini adalah bentuk masyarakat yang pikiran dan hatinya diamuk “nafsu penjajah”. Apa yang selama ini mereka rasakan tak lain adalah ketegangan-ketegangan sosial dan kehampaan jiwa.

II. Sosialisme
Konsep manusia dalam ajaran ini secara spiritual dan intelektual telah di kondisikan untuk mengabdi kepada proses dan jenis produksi. Pemikiran-pemikiran manusia dalam masalah sosial saangat di pengaruhi oleh kekuatan-kekuatan produksi. Namun konsep manusia versi Marxisme ini mengalami kesulitan untuk menjelaskan fakta sejarah sebab dalam mewujudkan cita-cita sosial manusia memiliki suatu yang lain yaitu kreativitas. Plato, misalnya memperkenalkan konsep “kota ideal” tanpa sama sekali dipengaruhi oleh alat-alat produksi.

Kesejahteraan material memang dipandang sebagai suatu kebanggaan dalam sistem pembangunan masyarakat aliran ini, yang sekaligus membuktikan bahwa cara kerja sistem ini benar. Namun sebenarnya terdapat belenggu yang mendominasi individu-individu atas nama kepentingan sosial. Sistem ini mengajarkan. Segala kehgiatan perekonomian berada dalam kekuasaaan negara. Akibatnya, lenyaplah eksistensi dan kreativitas individu.

PERAN MAHASISWA
Mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang sedang menekuni bidang ilmu tertentu dalam lembaga pendidikan formal. Kelompok ini sering juga disebut sebagai “Golongan intelektual muda” yang penuh bakat dan potensi. Posisi yang demikian ini sudah barang tentu bersifat sementara karena kelak di kemudian hari mereka tidak lagi mahasiswa dan mereka justru menjadi pelaku-pelaku intim dalam kehidupan suatu negara atau masyarakat.

Peran mahasiswa sejauh ini senantiasa diwarnai oleh situasi politik yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Mereka biasanya memerankan diri sebagai “Oposan” yang kritis sekaligus konstruktif terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan politik, ekonomi. Mereka sangat tidak toleran dengan penyimpangan apapun bentuknya dan nurani mereka yang masih relatif bersih dengan sangat mudah tersentuh sesuatu yang seharusnya tidak terjadi namun ternyata itu terjadi atau dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu dalam masyarakat dan pemerintah.

Mahasiswa sebagai calon pemimpin dan Pembina pada masa depan ditantang untuk memperlihatkan kemampuan untuk memerankan peran itu. Jika gagal akan berdampak negatif pada masyarakat yang di pimpinnya; demikian pula sebaliknya. Dalam perubahan sosial yang dasyat saat ini, mahasiswa sering dihadapkan pada kenyataan yang membingungkan dan dilematis. Suatu pilihan yang teramat sulit harus ditentukan, apakah ia terjun dalam arus perubahan sekaligus mencoba mengarahkan dan mengendalikan arah perubahan itu; ataukah sekedar menjadi pengamat dan penonton dari perubahan atau mungkin justru menjdi korban obyek sasaran dari perubahan yang dikendalikan oleh orang lain. Melihat realitas dan tantangan diatas,mahasiswa memiliki posisi yang sangat berat namun sangat strategis dan sangat menentukan .Bukan zamannya lagi untuk sekedar menjadi pelaku pasif atau menjadi penonton dari perubahan sosial yang sedang dan akan terjadi;tetapi harus mewarnai perubahan tersebut dengan warna masyarakat yang akan dituju dari perubahan tersebut adalah benar-benar masyarkat yang adil dan makmur.

PERGERAKAN MAHASISWA INDONESIA

Perjalanan bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari angkatan muda ,terutama mahasiswa. Mahasiswa mempunyai record yang cukup mengesankan dalam perjalanan membangun bangsa ini, baik mulai dari pra kemerdekaaan, masa orde lama, orde baru, orde reformasi maupun orde persatuan nasional saat ini.
Pada masa pra kemerdekaan orientasi gerakan mahaiswa Indonesia mengarah pada satu tujuan: yaitu melepaskan diri dari penjajahan. Mahasiswa bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat Indonesia bahu membahu menentang penjajah. Walaupun dengan stereotip gerakan yang berbeda-beda tetapi karena mempunyai satu tujuan, mereka tetap dalam satu kesatuan yang saling melengkapi. Karena semua komponen bangsa mempunyai arah dan tujuan gerakan yang sama, dapat dikatakan bahwa masa ini adalah masa yang paling mudah bagi mahasiswa untuk melakukan sinkronisasi gerakan dengan unsur lainnya. Pada masa ini kita melihat bahwa mahasiswa mempunyai stereotip yang khas yang mampu membedakan dengan elemen gerakan masyarakat lainnya. Dengan atribut kecendekiannya, mereka secara aktif dan kreatif mencoba menawarkan alternatif-alternatif baru yang non konvensional yang lebih efektif dan efisien.
Setelah kemerdekaan diraih bangsa Indonesia, bukan berarti gerakan mahasiswa mandek tetapi mereka tetap memerankan diri sebagai bagian dari bangsanya untuk tetap dapat mempertahankan kemerdekaan dan kehormatan bangsanya. Mereka secara kritis dan pro aktif memerankan posisi sebagai pressure group (kelompok penekan) terhadap pemerintah agar tetap berjalan sebagai mana seharusnya. Ketika pemerintahan orde lama mulai terjadi kecenderungan mengakomodinir komunis secara berlebihan, mahasiswa kembali bangkit bersama rakyat untuk menentang kebijakan pemerintah.
Pemerintahan orde lama runtuh dan diganti orde baru, tidak kemudian serta merta mahasiswa mempunyai loyalitas buta terhadap pemerintahan baru. Gerakan mahasiswa bukanlah gerakan partisan untuk kepentingan politik tertentu, tetapi mereka adalah gerakan nurani, gerakan moral untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan rakyat secara universal. Kemurnian gerakan mahasiswa yang mengedepankan kepentingan masyarakat diatas kepentingan apapun tampaknya kemudian disalah tanggapi pemerintahn orde baru. Mahasiswa dianggap sebagi momok yang mengganggu dan merecoki kepentingan-kepentingan pemerintah yang berkuasa. Dengan dalih demi kepentingan stabilitas dan atas nama pembangunan, kemudian mereka diatas sedemikian rupa sehingga membelenggu aktifitas, kreatifitas dan kritisme mereka. Mahasiswa kemudian dicecoki dengan dogma-dogma pendidikan yang pragmatis.dalam situasi yang tidak menguntungkan itu tidak semua mahasiswa terlena dengan pragmatisme pendidikan yang dikembangkan orde baru.walaupun jumlahnya tidak banyak tetapi mereka dengan konsisten terus menyuarakan kebenaran dan keadilan dengan segala konsekuensi dan resiko yang akan dihadapinya. Kampus adalah bagian integral dari masyarakat. Apa yang dirasakan oleh masyarakat dirasakan pula oleh komunitas kampus;dan kampus mempunyai tanggung jawab sosial untuk terus memperjuangkan masyarakat dari kemiskinan dan ketidakadilan yang menimpa mereka. Yang juga menguntungkan, pada saat yang bersamaan rezim orde baru mulai tampak belangnya: kemiskinan,ketimpangan,ketidakadilan,ketidakjujuran ternyata lebih dominan daripada kemakmuran yang selama ini dipropagandakan mereka.Situasi inilah yang turut menjadi angin segar bagi bangkitnya kembali kesadaran “mahasiswa awam”agar memerankan kembali peran-peran pressure group, agent of social change, dan kelompok anti status quo sebagaimana sebelumnya.

Di Indonesia ada slogan yang menyatakan “ Pemuda harapan bangsa” atau “Maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada Pemudanya”. Beberapa slogan diatas menunjukkkan bahwa pemuda atau Mahasiswa memang akan akan menjadi penerus dari generasi sekarang. Generasi sekarang jelas akan termakan usia, Pemuda/Mahasiswa sebagai generasi penerus akan melanjutkan dan memikul segala beban dan akibat dari generasi sekarang. Karena Para Pemuda/Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan.
Diakui atau tidak peran Pemuda/Mahasiswa memang sangat strategis dalam perubahan sosial. Ide-ide Pemuda/Mahasiswa sering dianggap sebagai suara rakyat, karena kedekatan sosial mereka dengan Masyarakat bawah. Ide-ide Pemuda/Mahasiswa sering dianggap sebagai ide yang membela kaum mustad’afien (Kaum lemah dan terpinggirkan). Pemuda/Mahasiswa juga dianggap sebagai pemecah kebuntuan dan Problem Solver terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dan juga pembawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Pemuda/Mahasiswa Sebagai Agent Of Change.
Pembaharuan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti hasil pekerjaan yang membaharui. Pembaharuan ini juga bisa berarti modernisasi dimana hasil perubahanny menunjukkan hasil yang lebih baik. Kenapa dikatakan Pemuda/Mahasiswa Sebagai Agent Of Change karena Pemuda/Mahasiswa dapat berfungsi sebagai bagian dari masyarakat yang mampu mendorong, memotivasi, dan mempelopori terjadinya pembaharuan.

Selain itu, Pemuda/Mahasiswa juga sebagai bagian dari Masyarakat yang dinilai memiliki intlektual dan memiliki pengetahuan yang lebih dibandingkan dengan Masyarakat pada umumnya karena lingkungan yang berbeda.
Sedangkan agent dapat diterjemahkan sebagai perantara atau perwakilan dari suatu Institusi/Lembaga. Sebagai Agent Of Change dapat dikatakan pula sebagai actor perantara atau perwakilan dari proses perubahan pada Masayarakat kearah yang lebih baik. Sejarah mencatat peran Pemuda/Mahasiswa dalam pembaharuan negeri ini dari sebelum kemerdekaan hingga Pasca kemerdekaan. Sebut saja tahun 1912 (Douwes Dekker dkk), 1928 (Sumpah Pemuda), 1945 (kemerdekaan RI) , 1965 (melawan G 30 S/PKI), 1998 (Reformasi). Beberapa momentum diatas hanya sedikit menggambarkan tentang kepedulian Pemuda/Mahasiswa Indonesia dalam mengawasi jalannya Pemerintah. Peran Pemuda/Mahasiswa ini menunjukkan adanya kekonsistensian Pemuda/Mahasiswa dalam mengawasi dan jika perlu melakukan perlawanan atau penekanan terhadap jalannya pemerintah yang dianggap melenceng.
Perjuangan masih panjang, dinamika kehidupan semakin kompleks, dan kita tidak hanya bias berbangga diri hanya dengan sejarah yang telah ada. Semoga Identitas Pemuda/Mahasiswa
Sebagai Agent Of Change tidak hanya menjadi sejarah saja, tetapi menjadi semangat juang kita dalam memperjuangkan kepentingan Masyarakat.

Sebuah Refleksi Kehidupan

 

Jika Anda merasakan salah satu dari dua belas perasaan di bawah ini berarti Anda mencintai orang yang membuat Anda gelisah tersebut. Namun hal-hal apakah itu, simak tanda-tanda berikut ini :

1. Anda selalu bersama dengan si dia sampai larut malam dan apabila anda tidur anda masih memikirkan dia.

2. Anda inginnya berjalan dengan perlahan apabila sedang bersama dengannya.

3. Anda tidak merasa nyaman apabila si dia berjauhan atau selalu gelisah saja.

4. Anda tersenyum apabila anda mendengar suara si dia.

5. Apabila anda melihat si dia, anda tidak memperhatikan orang lain sekitar anda, yang Anda lihat hanya si dia.

6. Si dia adalah segala-galanya yang selalu Anda pikirkan.

8. Anda menyadari yang dapat membuat anda tersenyum setiap saat adalah dengan melihat si dia.

9. Anda akan melakukan sesuatu untuk berjumpa si dia.

10. Manakala anda sedang membaca ini, terdapat seseorang dalam pikiran anda saat anda membacanya.

11. Anda telah begitu sibuk memikirkan si dia sehingga anda tidak memiliki perasaan yang ada pada point 7.

12. Anda akan memeriksa semua pernyataan di atas dan jika benar, maka kini anda akan tersenyum sendiri.

…9 bulan berjalan di titian…

perjalanan panjang tahun ini akan berakhir. esok akan tiba bulan yang baru.. tak terasa 9 bulan perjalanan ini kulalui.. berbagai problem, kisah, dan banyak hal lagi yang tak bisa kuceritakan satu persatu.. benar2 perjalan hidup yang begitu indah.. sebenarnya awalnya tidal ingin kuceritakan namun sedikit berbagi mungkin cukup dengan para pembaca..

terkadang dalam hidup ini ada hal yang sulit untuk ditebak alurnya.. yang terkadang membuatkita menebak-nebak seadanya.. tapi itulah hidup..dari 9 bulan saya mendapat beberapa pelajaran penting..

teringat lagi kata bang OBAMA adadua kata dalam kehidupan ini yakni CHANGE dan HOPE.. memang mesti ada perubahan dan harapan baru diseitap harinya.. itu karena kita adalah manusia yang harus mengubah diri kita sendiri..

ada juga hal-hal baru yang saya coba beberapa bulan ini, namun tidak sepenuhnya berhasil tapi tak apa,, itulah perjuangan kehidupan.. saatnya menunggu apayang telah ditetapkan Allah SWT padaku.. karena menurutku aku sudah berusaha dan berikhtiar.. jadi aku tinggal menunggu hasil dari usahaku slama ini…

dan satuhal yang sangat aku ingin sampaikan bahwa semua orang disekitarku turut membantu perjalanan panjangku ini.. siapapun, danbagaimanapun cara mereka hadir dalam kehidupanku.. itu tidak begitu penting.. namun yang lebih ku utamakan adalah arti kehadiran mereka semua.. mereka begitu mewarnai kehidupankubeberapa bulan ini..

tak perlu kusebut satu persatu mereka.. karna biar mereka tidak ke GE-ER an nantinya.. hahahahaha… sungguh suatu keajaiban yang kurasakan mudah2an nanti apa yang saya alami ini mampu menjadi inspirasi saya dimasa mendatang…

ohhh iyaaa tulisan ini bukan ditulis untuk maksud dan tujuan tertentu.. tapi hanya sekedar berceritasingkatmengenai kehidupan…

Bersanding denganmu….

Langkahku memang belum jauh, karena banyangan masalaluku masih nampak dibelakangku.

Aku ingin melangkah lagi, melangkah denganmu. Melangkah dengan sejuta pesona yang ada dalam dirimu dan takkan pernah pudar dimakan oleh waktu.

Tapi sebelum aku melangkah denganmu, biarkan diriku sejenak mengenalmu. Mengenal “BIDADARI” yang tiba saat ini. Yang masuk dalam hatiku. Menatapnya lekat-lekat dalam sanubariku. dan menyentuhmu dengan CINTA yang tulus dari ruang terdalam hatiku.

Makassar, 21 Juli 2010

Febri’s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.